PPKM Darurat Diberlakukan, Pemerintah Diminta Imbangi dengan Kinerja PEN

DPR RI - Pemerintah resmi menjalakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, mengingat angka positif Covid-19 di Indonesia terus meningkat. Rencananya, program tersebut berlaku mulai 3 hingga 20 Juli.
Mengomentari hal ini, Anggota Komisi XI DPR Puteri Anetta Komarudin sepakat dengan kebijakan itu. Di sisi lain, dia menyarankan agar ihwal ini diimbangi dengan peningkatan kinerja program Percepatan Ekonomi Nasional (PEN).
"Tidak dapat dipungkiri, rencana ini juga berpotensi menimbulkan risiko terhadap proses pemulihan ekonomi yang sedang berjalan. Adanya pembatasan mobilitas tentunya berdampak pula pada pergerakan konsumsi masyarakat, padahal konsumsi RT menjadi kontributor utama terhadap perekonomian kita."
"Penting untuk diperhatikan agar langkah penanggulangan pandemi juga dibarengi dengan peningkatan kinerja program PEN dan koordinasi bauran kebijakan KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) untuk memastikan proses pemulihan ekonomi dan kesehatan berjalan beriringan dan melengkapi satu sama lain," kata Puteri kepada merdeka.com, Kamis (1/7).
Oleh karenanya, kata dia, perlu dipastikan dukungan untuk menjaga daya tahan dari sisi supply dan demand dapat terpenuhi secara memadai. Dari sisi demand, yang paling penting adalah untuk menjaga daya beli kalangan menengah ke bawah melalui berbagai stimulus bantuan sosial atau social safety net.
Menurutnya, laju penyaluran bantuan sosial perlu lebih ditingkatkan, khususnya dalam periode pengetatan mobilitas tersebut guna memastikan daya tahan masyarakat yang tetap terjaga.
"Karena hingga 18 Juni 2021, realisasi program perlindungan sosial telah mencapai 43,8 persen dari total pagu sebesar Rp148,27 triliun untuk program PKH, Kartu sembako, Bantuan Sembako Tunai, dan sebagainya," jelasnya.
Selain itu, lanjut politisi Partai Golkar ini, berkurangnya permintaan tentu akan berimbas terhadap produktivitas bagi pelaku usaha, terutama pada sektor ritel, perhotelan, restaurant, transportasi maupun logistik.
"Untuk itu, dukungan pemulihan dari sisi supply mesti dipenuhi dalam stimulus PEN seperti penjaminan kredit, insentif perpajakan hingga restrukturisasi kredit," terangnya.
Sementara itu, dari sisi penanganan pandemi, Puteri mengingatkan, keberhasilan program vaksinasi menjadi salah satu tumpuan dalam mengendalikan penyebaran virus. Dirinya meminta pemerintah untuk terus menggenjot angka vaksinasi nasional.
"Kita bahkan juga sempat memecahkan rekor pelaksanaan vaksinasi terbanyak mencapai 1,3 juta dalam sehari. Ke depan, keberhasilan ini perlu semakin ditingkatkan dan dijaga konsistensinya."
"Sehingga jika memang betul rencana PPKM Mikro darurat ini diberlakukan, harapannya dapat berjalan efektif dalam mengendalikan pandemi. Karena begitu pandemi bisa terkendali, nantinya akan sangat berpengaruh terhadap confidence masyarakat untuk melakukan konsumsi dan mendorong proses pemulihan ekonomi," tuntasnya.
KOMENTAR ANDA
BERITA LAINNYA
-
-
DJP Diminta Masifkan Sosialisasi NIK Jadi NPWP
01 Juli 2021 21:33 -
Pemuda Penentu Kebijakan Global
01 Juli 2021 21:33 -
DPR Percaya Bareskrim Profesional Tangani Kasus Penembakan Polisi
01 Juli 2021 21:33 -
BERITA POPULER
- 1
Puan: Kembalinya Blok Rokan Harus Dirasakan Rakyat
- 2
Abaikan berbagai aspek, holding migas BUMN dinilai terburu-buru
- 3
Fungsi dan kewenangan BNN jadi pembahasan Panja RUU Narkotika
- 4
Komisi IX evaluasi kinerja, Menkes diberi waktu 2x24 jam untuk usut kasus Debora
- 5
Konferensi Parlemen Dunia dihadiri 48 negara, Fahri sebut itu prestasi
- 6
Demi masyarakat sehat, Brebes dukung program GPN dari Kemenpora
- 7
Ribuan advokat siap bela Aris Budiman