1. HOME
  2. »
  3. BERITA

Polri Diminta Evaluasi Cara Hadapi Demo di Masyarakat

Editor: Heri Winarno  14 Februari 2022 16:58
news/2022/02/14/170118/polri-diminta-evaluasi-cara-hadapi-demo-di-masyarakat-220214p.jpg Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni

DPR RI - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyesalkan insiden tertembaknya seorang pemuda di Desa Tanda, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng), bernama Erfaldi (21) oleh polisi.

Korban tertembak pada Sabtu malam (12/2) ketika tengah terjadi aksi bentrokan antara polisi dan warga yang berusaha membubarkan unjuk rasa penolakan kegiatan tambang emas PT Trio Kencana. Atas kejadian ini, Kapolda Sulteng Irjen Rudy Sufahriadi meminta maaf kepada keluarga korban dan menyatakan akan memastikan pelaku bakal ditindak sesuai Peraturan Kapolri.

"Saya sangat menyesalkan bagaimana tragedi ini bisa terjadi, karena untuk apa membubarkan unjuk rasa saja sampai harus menggunakan senjata api? Sangat disayangkan dan ini harus jadi peringatan bagi jajaran aparat lainnya agar jangan sampai hal seperti ini terulang. Apapun alasannya, perlu diingat bahwa masyarakat punya hak bersuara dan berpendapat, jangan sampai mereka harus membayar itu dengan nyawa," ujar Sahroni dalam keterangannya hari ini (14/2).

Lebih lanjut, Sahroni juga mengingatkan polisi bahwa penggunaan senjata api harus sangat berhati-hati dan hanya untuk tindakan kriminal.

"Senjata api hanya untuk kriminal atau musuh negara. Pengunjuk rasa bukan musuh, mereka saudara sedarah kita yang sedang menyalurkan aspirasinya. Jadi jangan lagi polisi menggunakan senjata api untuk membubarkan unjuk rasa," sambungnya.

Terakhir, Sahroni menyampaikan bahwa dirinya meyakini Polda Sulteng maupun Propam Polri akan dapat menyelesaikan kasus ini secara terbuka dan sesuai aturan yang berlaku.

"Pihak Kapolda sudah meminta maaf, dan ini kasusnya juga tengah diselidiki oleh Propam Polri. Berdasarkan informasi yang ada, saat ini sudah ada empat anggota kepolisian yang tengah diperiksa oleh propam terkait dugaan pelanggaran disiplin tersebut. Kita saatnya kita pantau terus kinerja polisi dalam mengusut kasusnya, dan memastikan agar kejadian yang sama tidak terulang lagi," tutup Sahroni.

KOMENTAR ANDA