1. HOME
  2. »
  3. BERITA

Ketua DPR minta pengendara motor gede menjadi pelopor keselamatan berkendara

Editor: Rizlia Khairun Nisa  29 Oktober 2018 10:58
news/2018/10/29/163326/ketua-dpr-minta-pengendara-motor-gede-menjadi-pelopor-keselamatan-berkendara-181029q.jpg

DPR RI - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta para pengendara motor besar membudayakan tertib berlalu lintas di jalan raya. Para pengendara motor besar juga diminta menjadi pelopor keselamatan berkendara.

"Sudah bukan zamannya lagi para pengendara motor besar bersikap arogan serta ugal-ugalan di jalan. Apalagi, rata-rata pemilik motor besar berasal dari kalangan mampu yang notebene mengenyam pendidikan yang tinggi. Mari kita tunjukkan kepada masyarakat bahwa pengendara motor besar mampu membudayakan tertib berlalu lintas," ujar Bamsoet saat pengukuhan pengurus Motor Besar Indonesia (MBI) chapter Bekasi, di Bekasi, Sabtu (27/10).

Hadir dalam acara pengukuhan tersebut, Ketua Umum MBI Pusat Satrio Nur Rachmanto. MBI chapter Bekasi sendiri diketuai oleh Afif Farisi dan sekretaris Moses Sidabutar. MBI chapter Bekasi terbentuk pada tanggal 30 Juli 2018. Anggota MBI berasal dari berbagai merek motor besar berkapasitas mesin 400 cc ke atas.

Bamsoet yang juga merupakan Ketua Dewan Pembina MBI Pusat mengingatkan, sosialisasi mengenai safety riding sangat diperlukan bagi para bikers. Khususnya, para pengendara motor besar.

"Mengetahui serta memiliki kemampuan cara berkendara yang baik sangat penting bagi pengendara motor besar. Karena, motor besar ini selain memiliki bobot yang berat, saat berjalan pun kecepatannya tinggi. Sehingga, para pengendaranya harus memiliki kemampuan berkendara yang baik dan aman," kata Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menuturkan, Indonesia masih tercatat sebagai salah satu negara dengan tingkat kecelakaan lalu lintas tertinggi di dunia. Setidaknya, setiap tahunnya tercatat sekitar 26.000-29.000 jiwa tewas karena kecelakaan lalu lintas di Indonesia.
 
"Banyak faktor yang mempengaruhi tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Namun, faktor utama terjadinya kecelakaan karena faktor manusianya (human eror). Karenanya, pemahaman mengenai safety riding mutlak diperlukan," tutur Bamsoet.

Politisi Partai Golkar ini menegaskan, upaya penurunan angka kecelakaan lalu lintas memerlukan aksi nyata yang berkelanjutan dan secara bersama-sama. Pun, membangun kesadaran masyarakat untuk mengubah mindset dalam berkendara yang aman dan nyaman, bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata.

"Para komunitas motor besar harus turut ambil bagian dalam mewujudkan zero tolerance terhadap kecelakaan lalu lintas. Saya yakin jika masyarakat mendapatkan sosialisasi dan akses informasi yang baik mengenai cara berkendara yang baik, angka kecelakaan lalu lintas pasti dapat ditekan," pungkas Bamsoet.

KOMENTAR ANDA