Ketua DPR apresiasi motor listrik karya anak bangsa

DPR RI - Ketua DPR Setya Novanto mengapresiasi hasil inovasi siswa SMK Pesantren Sabilil Muttakin, Magetan, Jawa Timur, berupa sepeda motor listrik dengan brand "Take Run". Saat meninjau, Novanto langsung mencoba mengendarai dan berjalan di sekeliling halaman pesantren. Rabu (14/6) kemarin.
"Saya terkesan dengan inovasi motor listrik ini, apalagi yang membuat para siswa di kalangan pesantren," kata Setya Novanto.
Dia juga mendukung agar program motor listrik tersebut dapat dikembangkan dengan skala yang lebih besar, sehingga pada saatnya nanti menjadi industri.
Menariknya, Setnov turut membeil karya anak bangsa ini sebanyak 10 unit, yang diikuti Wakil Ketua Komisi VII DPR, Satya Yudha, dan Anggota DPR Dapil VII Jawa Timur, Gatot Sujito, 2 unit.
Selain itu, Setnov juga tak lupa mendoakan, agar para santri menjadi anak yang soleh, berbakti kepada orang tua, nusa dan bangsa.
"Doa anak yatim itu mustajab, mohon jangan lupa senantiasa mendoakan orang tua kalian, serta para pemimpin di negeri ini," ungkapnya.
Di penutup acara, Setnov memberikan hadiah dan penghargaan kepada para siswa dan santri berprestasi, yaitu Ahmad Munawar (Hafidz Qur'an 30 Juz), Arif Raihan (Finalis Matematika Nalaria & Realistik Tingkat Nasional), Wahyu Saifudin (Juara 1 Lari 10K di Kuala Lumpur, Malaysia), Muhammad Al Faruq (Juara 3 Olimpiade Sains Kuark Nasional)
KOMENTAR ANDA
BERITA LAINNYA
-
-
DJP Diminta Masifkan Sosialisasi NIK Jadi NPWP
15 Juni 2017 09:27 -
Pemuda Penentu Kebijakan Global
15 Juni 2017 09:27 -
DPR Percaya Bareskrim Profesional Tangani Kasus Penembakan Polisi
15 Juni 2017 09:27 -
BERITA POPULER
- 1
Puan: Kembalinya Blok Rokan Harus Dirasakan Rakyat
- 2
Abaikan berbagai aspek, holding migas BUMN dinilai terburu-buru
- 3
Fungsi dan kewenangan BNN jadi pembahasan Panja RUU Narkotika
- 4
Komisi IX evaluasi kinerja, Menkes diberi waktu 2x24 jam untuk usut kasus Debora
- 5
Konferensi Parlemen Dunia dihadiri 48 negara, Fahri sebut itu prestasi
- 6
Demi masyarakat sehat, Brebes dukung program GPN dari Kemenpora
- 7
Ribuan advokat siap bela Aris Budiman